Pancasila Tumbuhkan Semangat Cinta Tanah Air

26 Nov

Semangat cinta Tanah Air di kalangan pelajar memang memprihatinkan. Sebagian pelajar ada yang sama sekali tak tahu siapa pencipta lagu nasional maupun menyanyikannya. Rendahnya rasa nasionalisme itu juga tampak dengan masih adanya pelajar yang tidak hapal Pancasila.

Belum lama ini terungkap sejumlah pelajar di Sumut tidak hapal Pancasila. Lebih parahnya lagi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Taufik Kiemas ternyata juga tak hafal Pancasila dan salah membacakan sila Pancasila yang keempat dan kelima pada upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2010 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Kondisi yang memprihatinkan ini mendapat tanggapan dari pelaku pendidikan maupun siswa itu sendiri dan berharap dapat diatasi, supaya tidak lebih parah lagi mengingat deras dan lajunya perkembangan zaman.

Manfaat Upacara

Daniel Wijaya, siswa Kelas XII IPA 5 Methodist 2 Medan mengaku hafal sila-sila dalam Pancasila. Di sekolahnya, upacara masih dilakukan setiap Senin.

“Saya hapal Pancasila, mungkin begitu juga teman-teman lain karena seminggu sekali kami mendengar Pancasila dibacakan pada setiap upacara bendera di sekolah,” ujar Daniel kepada Global, Jumat 19/11). Selain hafal saat diminta melafalkan Pancasila, siswa yang sering mengikuti berbagai olimpiade ini juga mampu menyebut beberapa lagu nasional yang saat ini mulai tereleminir akibat lebih suka mengkonsumsi lagu-lagu pop lokal maupun luar ketimbang lagu nasional.

“Selalu ikut upacara banyak manfaatnya, sehingga bisa hapal Pancasila yang merupakan bagian dari pelajaran PPKn. Apalagi pada pas mengheningkan cipta, kita kan nundukin kepala, khusyuk, jadi bisa ngerasain perjuangan pahlawan zaman dulu,” ujar Daniel.

Produk dalam Negeri

Hal senada diungkapkan Castiqliana, siswa kelas XII-IPA Plus dari WR Supratman 1 Medan. Menurutnya, dia hapal Pancasila karena setiap Senin dalam upacara dibacakan teks Pancasila oleh para guru yang diikuti para siswa, sehingga mereka jadi hapal setiap sila Pancasila tersebut.

Menurut remaja kelahiran 27 January 1994 ini, banyak cara menumbuhkan rasa nasional. Mencintai produk dalam negeri juga sebagai salah satu cara selain hapal Pancasila dan pembukaan pada UUD 1945.

“Mengenakan produk dalam negeri seperti memakai baju batik juga sudah nunjukin rasa cinta Tanah Air,” kata Castiqliana seraya menyebutkan para siswa maupun guru dan seluruh pegawai di sekolah memakai baju batik setiap Jumat.

Anak kedua dari 3 bersaudara ini mengaku menyayangkan jika banyak siswa tidak hapal Pancasila, sebab selain kewajiban sebagai pelajar yang mempelajari PPKn juga penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari terhadap kelima sila tersebut. Untuk itu dia mengaku bangga sekolahnya masih memberlakukan upacara setiap Senin yang salah satu agendanya pembacaan teks Pancasila.

Simbol Negara

Wakil Kepala SMA Methodist 2 Medan Bob Saragih menyebutkan, memang siswa ada hapal Pancasila tapi itu karena ada tuntutan nilai yang harus diperoleh siswa dalam pelajaran PPKn.

“Meskipun hafal, Pancasila bagi sebagian pelajar hanya dimaknai sebatas kata-kata tanpa makna. Padahal itu perlu dihayati dalam aplikasi Pancasila,” kata Bob.

Menurutnya, mengetahui, mencintai dan berusaha menjaga dalam kehidupan sehari-hari adalah bukti cinta kepada Tanah Air, demikian pula halnya dengan menghapal Pancasila atau lagu-lagu nasional, sebab itu merupakan simbol-simbol atau lambang negara.
Guru kimia ini menilai, siswa yang hapal Pancasila itu kemungkinan memang siswa diwajibkan hapal karena ada ketakutan tidak dapat nilai bagus, tapi itu tidak dari hati dan tidak karena cinta melihat kondisi dan cerminannya.

Mewujudkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menurutnya bisa dimulai rasa cinta Indonesia dengan lebih memerhatikan lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, mau berusaha keras, dan tidak korupsi.

“Upacara bendera setiap hari Senin dan hari besar nasional seharusnya memang tetap diberlakukan di sekolah-sekolah. Ini setidaknya diharapkan bisa menjaga semangat nasionalisme di kalangan siswa,” ungkap Bob Saragih.

Aktualisasi Pancasila

Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Drs H Hasan Basri mengaku aneh jika ada siswa saat ini tidak hapal teks Pancasila. Sebab pihaknya sudah sejak lama mengimbau sekolah-sekolah di Kota Medan ini setiap Senin menerapkan upacara bendera dan melagukan Indonesia Raya serta pembacaan teks Pancasila oleh pimpinan upacara diikuti para siswa.

“Saya yakin siswa di Medan hapal lagu Indonesia Raya dan teks Pancasila,” kata Hasan.

Menurut Hasan, hal tersebut penting diterapkan kepada para siswa, sebab itu merupakan salah satu wahana untuk membangun rasa nasionalisme. Namun saat ini sila-sila dari Pancasila itu perlu diaktualisasikan dalam kehidupan pelajar, tidak hanya sekedar dibaca.

“Untuk itu kita mengingatkan agar sekolah selalu melakukan pendidikan karakter kepada para siswa, sehingga akan terbentuk karakter yang positif dan mampu mengaplikasi Pancasila dalam kehipan sehari-harinya,” ucap Hasan.

Meskipun Pancasila itu belum bisa diaplikasikan secara nyata di Tanah Air ini, khususnya pada sila kelima, yakni ‘Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia’, namun Pancasila itu wajib diketahui para pelajar sebagai generasi penerus bangsa untuk dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Untuk mencapai hal itu bisa dimulai dengan memberlakukan upacara setiap hari Senin dan pada hari besar nasional, serta ekstrakurikuler berupa karawitan dan paskibra sebagai upaya mendukung dan menjaga semangat cinta Tanah Air di kalangan siswa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: