persahabatan jarak jauh ala facebook

9 Nov

Jutaan orang di seluruh dunia berkomunikasi dengan satu sama lain lewat situs-situs jejaring sosial seperti Facebook. Untuk banyak migran dan ekspat, situs jejaring sosial amat penting untuk menjaga komunikasi dengan keluarga dan kerabat jauh.

“Bagi saya, Facebook sudah jadi bagian kehidupan sosial. Tiap hari saya online dan berkomunikasi dengan teman-teman di Facebook,” cerita Joris van der Kamp yang setengah tahun terakhir tinggal di Jepang.

Sedangkan menurut Saskia Bosch van Rosenthal yang dua tahun terakhir tinggal di London, “Facebook praktis sekali. Saya punya teman-teman dari seluruh penjuru dunia yang mungkin hanya bisa saya temui setahun sekali. Tapi dengan Facebook, saya bisa meng-update mereka soal kehidupan sehari-hari.”

Identitas
Menurut Marjolijn Antheunis dari Universiteit van Tilburg, “mengintip” adalah alasan penting untuk mengunjungi situs jejaring sosial.

“[Facebook] sangat berguna terutama untuk berkomunikasi dengan teman-teman lama, misalnya teman-teman SMU atau mereka yang pindah rumah. Motif lainnya adalah ‘mengintip’ apa yang dilakukan teman-teman Anda. Istilahnya, mengintip tetangga: misalnya, apa yang mereka lakukan pada akhir pekan, dengan siapa mereka berkontak.”

Selain itu, ada motif ketiga untuk jadi anggota jejaring sosial. “Jadi anggota jejaring sosial adalah cara ideal untuk menunjukkan diri. Anda bisa menaruh foto, klip, video di situs tersebut. Jadi Anda sebenarnya bisa membangun citra yang ingin Anda tunjukkan, bisa jadi citra yang lebih baik ketimbang diri Anda yang sebenarnya.”

Hyves
Rabu (27/10) Dr. Marjolijn Antheunis jadi pembicara di simposium mengenai jejaring sosial di Radboud Universiteit Nijmegen. Dua tahun lalu, ia meraih gelar doktor dengan penelitian mengenai penggunaan Hyves – situs jejaring sosial Belanda – di kalangan puber. Waktu itu, 80% remaja Belanda aktif menggunakan situs ini.

Di seluruh dunia, di semua kalangan usia, motif untuk bergabung dengan situs jejaring sosial rata-rata sama. Itu juga dibuktikan oleh penelitian di Amerika. Facebook adalah salah satu jejaring sosial terbesar di dunia, berdiri sejak 2004 dan – menurut data terakhir – memiliki setengah miliar pengguna.

Hati-hati
Joris van der Kamp (1963) memperlihatkan banyak hal tentang dirinya di Facebook, tapi tidak berlebihan.

“Selalu ada foto terbaru di profil saya. Sekarang, misalnya, saya taruh foto saya yang sedang memakai topi Halloween. Saya juga menulis status setiap hari. Dan video yang saya temukan di YouTube, saya post di Facebook. Jadi profil saya terlihat hidup dan berubah tiap saat. Walau hanya teman-teman yang bisa melihat profil, saya tetap berhati-hati dengan apa yang saya tulis di Facebook.”

Sehat?
Selepas penelitian doktoralnya, Marjolijn Antheunis kembali meneliti situs jejaring sosial. Ia ingin tahu apakah dalam jangka panjang, situs jejaring sosial seperti Facebook punya pengaruh terhadap “kesehatan sosial” penggunanya. Apakah teman di dunia nyata sebanyak teman di Hyves?

‘Banyak orang punya teman maya yang belum pernah ditemuinya di dunia nyata. Orang yang punya kepercayaan diri rendah menyukai jejaring sosial, karena mereka punya lebih banyak kontrol di sana. Di dunia maya, mereka bisa lebih terbuka dan lebih mudah berkomunikasi, walaupun komunikasinya jelas beda dengan di dunia nyata,” kata Antheunis.

Ekspat
Setidaknya 25 ekspat Belanda langsung bereaksi terhadap pertanyaan Facebook Radio Nederland mengenai makna jejaring sosial bagi mereka. Semuanya sepakat, jejaring sosial penting untuk berkomunikasi dengan “rumah.” Banyak juga yang bilang, mereka harus mempelajari navigasi Facebook. Secara umum, lebih banyak anak muda yang menggunakan Facebook.

“Tentu saja Facebook beda dengan telepon atau skype, tapi Anda juga bisa bertukar percakapan pribadi di chatroom-nya,” kata Joris van der Kamp dari Jepang. “Saya bisa lihat siapa yang online – kadang mereka lihat saya online dan langsung menyapa dengan, ‘Apa kabar?’ Sangat menyenangkan untuk mengetahui bahwa seseorang menyisihkan waktu untuk menyapa saya.”

Selain Facebook, Saskia Bosch van Rosenthal juga menggunakan telepon atau skype. “Dunia maya seperti life line untuk berkomunikasi dengan keluarga atau kenalan. Tak peduli di mana Anda berada, di zona waktu mana atau apa pun yang sedang Anda lakukan, Anda tetap bisa berkomunikasi dan meng-update berita. Tapi semuanya tak akan bisa menggantikan pertemuan langsung atau telepon.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: